Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Prestasi Prabowo Saat Menjadi Anggota Militer

Prestasi Prabowo Saat Menjadi Anggota Militer



Berita Baru, Jakarta – Prestasi Prabowo saat menjadi anggota militer nyatanya cukup gemilang. Prabowo Subianto merupakan tokoh penting yang memiliki sejumlah prestasi selama karir militernya di Angkatan Darat Indonesia. Kehebatannya tersebut bahkan mampu mengantarkan Prabowo menduduki kursi Menteri Pertahanan RI di era sekarang.

Inilah Deretan Prestasi Prabowo Saat Menjadi Anggota Militer

Nama Prabowo Subianto memang tengah menjadi perbincangan hangat beberapa waktu belakangan. Tepatnya setelah Menteri Pertahanan RI era Jokowi tersebut maju dalam Pilpres 2024 mendatang.

Pada dasarnya, Prabowo Subianto bukan sekali ini saja maju dalam pemilihan presiden. Beberapa tahun lalu ia juga kerap melakukan hal yang sama, namun akhirnya gagal juga. Meski demikian, Prabowo tampaknya tidak ingin menyerah. Ia kembali mencoba peruntungan meraih kursi kepresidenan untuk periode lima tahun ke depan.

Semangat juang Prabowo Subianto di dunia politik tanah air ternyata berhasil menyita perhatian khalayak luas. Banyak masyarakat yang mulai memperhitungkan karir Prabowo selama beberapa tahun terakhir.

Menariknya, tak sedikit dari mereka yang justru tertarik mengulik prestasi Prabowo saat menjadi anggota militer. Berikut ini sejumlah prestasi gemilang yang jadi sorotan selama masa tugas Prabowo sebagai anggota militer.

1. Terdaftar sebagai Taruna AKABRI

Prabowo sendiri adalah lulusan Akademi Militer Angkatan Darat di Magelang pada tahun 1974. Ia lulus dengan predikat cumlaude. Lulusnya Prabowo Subianto memposisikannya sebagai seorang Letnan Dua ABRI. Kala itu, Prabowo juga terdaftar sebagai pasukan elit Kopassus.

Pendidikan militer ketat tersebut menjadi dasar pembentukan karakter dan keterampilan kepemimpinan yang kuat. Usut punya usut, Prabowo menjadi satu angkatan dengan mantan Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono.

2. Kesuksesan Operasi di Timor Timur

Prestasi Prabowo ketika jadi anggota militer berikutnya terlihat ketika ia terlibat dalam operasi selama konflik di Timor Timur. Saat itu, Prabowo Subianto didaulat sebagai Kapten termuda dalam pasukan Nanggala 28.

Ia bersama pasukannya mendapat tugas untuk melakukan penangkapan terhadap Nicolau Dos reis Lobato. Seorang pemimpin Frente Revolucionaria De Timor Leste Independente atau Fretilin yang terus-terusan memicu konflik.

Dalam waktu singkat, pasukan Nanggala 28 di bawah komando Prabowo berhasil menangkapnya. Presiden revolusioner tersebut mati tertembak oleh Sertu Jacobys Marabo. Keberhasilan operasi-operasi ini mencerminkan kemampuan taktis dan strategis Prabowo.

3. Berhasil Bebaskan Sandera Mapenduma

Tepatnya pada tahun 1996, prestasi Prabowo saat menjadi anggota militer semakin bertambah. Ia naik posisi sebagai Komandan Jenderal korps tersebut dengan pangkat ‘Brigadir Jenderal’. Meski begitu, tugas Prabowo semakin berat.

Bagaimana tidak, ia bersama pasukannya harus menjalankan operasi pembebasan tawanan di Mapenduma. Tepat setelah OPM menyandera 10 anggota peneliti Lorentz di tahun 1995. Beruntung, tim Kopassus bersama anggota Kostrad mampu mengatasi peristiwa tersebut dengan baik.

Walau akhirnya proses penyelamatan tersebut sempat dikritik keras oleh hukum internasional. Sebab tim Kopassus dan anggota Kostrad memakai lambang palang merah guna memanipulasi anggota OPM.

4. Melakukan Pengibaran Bendera RI di Puncak Gunung Everest

Memasuki tahun 1997, Prabowo Subianto memprakarsai perjalanan ke puncak Everest. Tim yang terlibat meliputi Prajurit Kopassus Indonesia, Wanadri, FPTI, hingga Mapala UI. Mereka berhasil melakukan pengibaran bendera kebanggaan RI setelah melewati perjalanan panjang di jalur selatan Nepal.

5. Jadi Panglima Komando Cadangan Strategis

Prestasi prabowo saat menjadi anggota militer juga ditandai dengan pemberian pangkat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis. Hingga tahun 1998 ketika sang mertua yakni Presiden Soeharto lengser, prabowo masih menjabat di posisinya tersebut.

6. Penghargaan Militer

Prabowo meraih sejumlah penghargaan militer selama kariernya. Termasuk Bintang Dharma dan Bintang Yudha Dharma. Ia turut memperoleh penghargaan dari pemerintah asing, yang menunjukkan kerja sama dan kontribusinya di tingkat internasional.

Prabowo juga terkenal karena berhasil membantu menekan kudeta di Indonesia pada tahun 1998.  Ia menjaga stabilitas negara selama masa krisis politik. Namun, karirnya di militer harus terhenti ketika Prabowo mengalami pemecatan akibat terlibat kasus penculikan aktivis.

Prestasi Prabowo saat menjadi anggota militer mencerminkan keahlian, pengalaman, dan kontribusinya yang besar. Pemahaman ini dapat memberikan wawasan tentang peran serta pengaruhnya dalam sejarah militer Indonesia. Sekaligus relevansinya dalam politik dan kepemimpinan Prabowo di masa yang akan datang.

beras