Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Mahasiswa Teater 2 Sastra Indonesia FIB
Mahasiswa Teater 2 Sastra Indonesia FIB Universitas Jember. (Foto: Beritabaru.co/ Rizal Kurniawan)

Refleksi di Tengah Pandemi, Mahasiswa Teater 2 Sastra Indonesia FIB Unej Pentaskan Drama Sampar

beras

Berita Baru Jatim, Jember — Para mahasiswa penempuh mata kuliah Teater 2, Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember (Unej) usai laksanakan take video pertunjukan teater pada Minggu, (13/12/2020) yang berlangsung di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Unej.

Pertunjukan teater tersebut mengalihwahanakan novel karya Albert Camus berjudul “Sampar” menjadi sebuah pementasan teater.

Chindy Nabila Putri, sutradara pementasan mengatakan jika motivasi memilih naskah Sampar, secara pribadi sudah terpikir sebelum menempuh Teater 2 dan adanya Pandemi Corona.

“Pilihan naskah yang diusulkan mahasiswa penempuh sebenarnya ada dua, pertama naskah “Sampar” karya Albert Camus, dan kedua naskah “Lawan Catur” karya Anton Chekhov, selanjutnya divoting bersama teman-teman, dan hasilnya lebih banyak yang memilih naskah Sampar,” tutur mahasiswi asal Probolinggo tersebut.

Dia juga menambahkan, berhubung waktu pementasan bersamaan dengan momentum Pandemi Corona, akhirnya, dialog-dialog dan fragmen-fragmen pertunjukkan lebih difokuskan pada keadaan tersebut.

“Pertunjukkan Sampar, sengaja kami garap dengan sudut pandang yang relevan dan punya muatan korelasi dengan kondisi dunia hari ini, khususnya Indonesia,” tambahnya.

Chindy mengatakan, dalam menggarap pementasan teater di tengah kondisi Pandemi sekarang, tentu ada beberapa kendala, baik dari masalah produksi dan kreatif.

“Berhubung teman-teman awalnya banyak yang masih di rumah, kami awalnya latihan menggunakan metode daring via Gmeet, namun kami merasa metode tersebut tidak efektif. Kurang lebih H-7 pementasan, seluruh aktor kembali ke Jember dan mulai serius menggarap,” ungkapnya.

Bangkit Adi, pimpinan produksi pementasan mengatakan, selain mengalami beberapa kendala dalam masalah perizinan, kekurangan crew juga menjadi masalah urgen.

“Sebab proses yang berbarengan dengan Pandemi, kami beberapa kali dapat imbauan dari pihak dekanat agat meminimalisir anggota untuk tidak berkerumun,” jelasnya.

Bangkit menambahkan, selesai take video pementasan, rencananya bulan Januari pementasan Sampar akan disiarkan langsung lewat Zoom dan Youtube untuk mendapat apresiasi dari khalayak, termasuk mahasiswa.

“Dalam proses take, kami tetap melakukan protokol kesehatan yang berlaku, seluruh crew memakai masker dan menjaga jarak satu sama lain,” tambahnya.

Chindy berharap pementasan teater 2 dengan naskah Sampar ini menjadi pembelajaran dan motivasi bersama.

“Semoga, semua teman-teman yang ikut terlibat membantu proses pementasan tetap semangat dalam kerja-kerja kesenian,” pungkasnya.

Sampar (Prancis: La Peste) sendiri adalah sebuah novel karangan Albert Camus yang terbit tahun 1947. La Peste artinya adalah penyakit sampar. Sampar adalah penyakit menular yang terjadi pada hewan maupun manusia. Novel ini menjadi novel Albert Camus yang paling populer karena dianggap paling mewakili pemikiran eksistensialisnya.

beras