Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Tiga Manfaat Pola Asuh Gentle Parenting
PHOTO BY ISTOCK

Tiga Manfaat Pola Asuh Gentle Parenting

Iklan PMB ITB Tuban


Berita Baru, Tips – Ada banyak manfaat pola asuh gentle parenting, salah satunya adalah memberikan perspektif baru tentang pengasuhan anak. Perlu dicatat, gentle parenting berbeda dengan pola asuh permisif, yang tergolong memiliki ekspektasi rendah terhadap anak.

Konsep pola asuh gentle parenting memuat pinsip bahwa pendisiplinan dilakukan pada anak sesuai dengan usianya. Hal ini berbeda dengan orang tua permisif, yang sering kali memilih untuk tidak mendisiplinkan anak.

Sebagaimana dilansir situs Verywell Family, dalam pola asuh gentle parenting, orang tua diminta untuk berfokus pada keadaan kognitif anak. 

Tujuannya untuk menetapkan pedoman dan batasan tertentu yang sesuai dengan usia dan bermanfaat bagi perkembangan anak. Masih banyak lagi manfaat dari penerapan pola asuh jenis ini: Berikut ini sejumlah manfaat gentle parenting: 

1. Mengurangi kecemasan pada anak 

Penerapan pola asuh gentle parenting bisa mengurangi risiko kecemasan pada anak serta memberi dorongan respons sosial kepada balita yang pemalu. Allison Andrews, PsyD, pemilik Klinik Pengembangan Anak di Boston, menyampaikan, “Ketika kita menunjukkan kelembutan, terutama selama masa-masa stres anak, kita mencontohkan toleransi pada frustasi, dan fleksibilitas.” 

2. Membangun komunikasi dua arah antara orang tua dengan anak 

Kunci pola asuh gentle parenting ada di hubungan orang tua dan anak. Dalam pola pengasuhan ini, emosi anak dan orang tua sama pentingnya. Orang tua diharapkan dapat memahami perasaan dan kebutuhan anak, sehingga si kecil mengetahui alasan baik buruknya sebelum bertindak. 

3. Anak memiliki kecerdasan sosial-emosional yang baik

Perhatian orang tua terhadap apa yang sedang terjadi pada anak-anak membantu mereka merasa dirinya penting dan dihargai. Anak-anak yang tumbuh dengan pola asuh seperti ini akan terbiasa mengungkapkan perasaan mereka, sehingga kecerdasan sosial-emosionalnya terbangun dengan baik. 

Meskipun dinilai memiliki sederet manfaat, konsep gentle parenting memunculkan pro dan kontra. Merujuk pada publikasi Cleveland Clinic, kubu yang pro maupun kontra dengan konsep ini punya argumen masing-masing. 

Kubu yang setuju dengan pendekatan gentle parenting melandaskan argumennya pada hasil dari beberapa penelitian. Sejumlah laporan riset menunjukkan hubungan 2 arah antar anak dan orang tua dapat membuat si kecil tumbuh dewasa dengan bahagia, mandiri, dan tangguh. 

Prinsip pola asuh gentle parenting berfokus pada perkembangan anak, sehingga pola pengasuhan ini dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan anak untuk mengatur emosinya. Sementara itu, kubu yang mengkritik konsep gentle parenting menilai pendekatan ini memerlukan waktu lama dan konsistensi yang belum tentu dimiliki semua orang tua. 

Sebab, orang tua harus bisa melatih kesabaran dan mengendalikan emosinya ketika mengasuh anak. Di samping itu, para orang tua juga mesti jadi tauladan yang baik. Sebab, prinsip gentle parenting adalah anak akan mengikuti apa dilihat dari perilaku orang sekitarnya, terutama orang tua.

Selain itu, pola asuh gentle parenting yang berpusat pada anak, bisa membebani para ibu dalam pengasuhan. Ibu pekerja yang biasanya menghemat waktu dengan memberikan hadiah, menjadi tidak cocok dengan konsep ini.

beras