Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Tokoh-Tokoh Ini Kecam Ceramah Rizieq Shihab
Sejumlah tokoh nasional kecam ceramah Rizieq Shihab.

Tokoh-Tokoh Ini Kecam Ceramah Rizieq Shihab

Berita Baru, Jakarta – Sejumlah tokoh geram terhadap ceramah pemimpin FPI Rizieq Shihab yang dinilai dapat memicu kebencian dan melahirkan permusuhan di tengah masyarakat.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie, lewat akun Twitter-nya menyatakan ceramah Rizieq adalah contoh ceramah yang berisi kebencian dan permusuhan. Ia pun berharap aparat dapat bertindak tegas terhadap ceramah Rizieq yang demikian.

“Hentikan ceramah seperti ini, apalagi atasnamakan dakwah yang mesti dengan hikmah dan mau’izhoh hasanah (nasihat yang baik),” ujar Jimly dalam cuitannya, Kamis (19/11).

Dalam cuitannya yang lain, Jimly menjelaskan kehidupan modern telah membagikan setiap orang dalam fungsi dan spesialisasinya masing-masing. Misalnya, soal politik kenegaraan mestinya dapat diurus oleh partai politik, sedangkan ulama dapat memperbaiki akhlak masyarakat.

Namun, menurut dia, belakangan muncul sebagian masyarakat yang geram kepada kelompok yang melakukan perlawanan terhadap negara, sebab dilakukan dengan mengumbar kata-kata kasar dan keras. Oleh sebab itu, wajar bila penindakan kepada mereka dianggap tidak adil.

“Maka muncul praktik kekerasan hukum atas nama ketegasan. Risikonya pasti dirasakan tidak adil. Bahkan aparat dapat saja dinilai jadi alat politik. Maka stop dulu saling benci dan tunda dulu persaingan,” katanya.

Pada hari sebelumnya, putri Presiden RI keempat Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Alissa Wahid juga mengkritik ceramah Rizieq Shihab yang mengatasnamakan umat Islam terkait hasutan aksi kekerasan.

“Kalau ada ceramah mengatakan ‘jangan salahkan umat Islam kalau besok kepalanya dipenggal di jalan’ itu #TidakAtasNamaSaya. Saya Muslim, & menolak diatasnamakan untuk tindak kekejian seperti itu,” tulis Alissa di akun Twitter @AlissaWahid.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Diaz Hendropriyono mengecam keras pemasangan baliho Rizieq yang mengatasnamakan Imam Besar Umat Islam. Sebagai orang yang kerap tak patuh aturan, dia menilai baliho Rizieq tidak etis dipasang di ruang publik, apalagi diagungkan.

Dia mengkritik sejumlah video ceramah Rizieq Shihab yang dinilai berpotensi memecah belah masyarakat. Ucapan Rizieq, menurutnya, tak mencerminkan perkataan seorang imam besar. Ia oleh karenanya mendukung pencopotan baliho Rizieq yang dilakukan sejumlah orang berseragam loreng di Bekasi, Jawa Barat.

“Selain itu apa yang diucapkan juga tidak mencerminkan perkataan seorang yang dianggap Imam Besar. Dengan demikian, pantaskah tokoh seperti ini dijadikan panutan?” katanya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Umum FPI Aziz Yanuar tak ambil pusing mengenai kecaman sejumlah pihak kepada Rizieq. Namun, ia meminta pihak yang melayangkan kritik kepada Rizieq juga konsisten melakukan hal yang sama.

Aziz mengaku pihaknya saat ini tengah diperlakukan tidak adil, terutama usai pelaksanaan Maulid Nabi di markas FPI, Petamburan, Jakarta Pusat. Alih-alih melakukan penindakan yang sama, pemerintah menurut dia, justru saling lempar tanggung jawab.

“Jadi kita enggak mau menyerang mereka terkait pendapat mereka, enggak. Tapi kita cuma mengharapkan konsisten dengan kritiknya,” kata dia.

“Yang satu bilang pilkada kerumunan itu wewenang dari Bawaslu. Bawaslu berkomentar bahwa itu polisi harus menindak. lempar-lemparan kan, ya udah lucu jadinya kita ngeliat. Kan nggak adil. Saling lempar,” imbuh Aziz.

beras