Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Abdul Ghoni: Keberpihakan Terhadap Pemuda Harus Dibuktikan
Tokoh Pemuda Jawa Timur, Abdul Ghoni. (Foto: Tangkapan layar dari YouTube Beritabaruco)

Abdul Ghoni: Keberpihakan Terhadap Pemuda Harus Dibuktikan



Berita Baru, Jakarta – Hampir di setiap hajatan demokrasi lima tahunan, anak muda acapkali menjadi palagan politisi dalam merebut suara. 2019 lalu menjadi bukti bahwa identitas anak muda hanya sekedar menjadi gimmick yang dilakukan oleh politisi.

Hal tersebut dengan tegas disampaikan Tokoh Pemuda Jawa Timur, Abdul Ghoni dalam diskusi yang diadakan oleh Beritabaru.co bertajuk, ‘Menakar Politik Masa Depan Politik Pemuda Indonesia’ pada Senin (14/06/2021).

“Tokoh politik di negara kita berbondong-bondong menjual dirinya sebagai tokoh yang bisa berpenampilan muda. Kontestasi selesai maka semua juga selesai,” tegas Abdul Ghoni.

Ia melihat, realitas hari ini, mereka yang berusaha untuk mengakomodir suara-suara pemuda masih belum bisa dikatakan berhasil. Padahal, lanjutnya, pemuda memiliku potensi yang sangat besar. “Itu membuat ketidakpercayaan pemuda kepada politik,” ungkapnya.

Imbasnya, justru dialami oleh pemuda yang memiliki ketertarikan untuk berproses di politik juga tidak percaya lagi. Hal itu diakibatkan oleh persepsi-pesepsi baru di tengah masyarakat melihat realitas politisi hari ini.

Apalagi, lanjutnya, seringkali pemuda disingkirkan oleh mereka yang memiliki keistimewaan di partai politik. Pemuda hanya sebatas identitas di setiap pemilu.

“Pada akhirnya secara kebijakan aspirasi kereka ditinggal. Jangan salahkan kalau mereka berubah haluan dalam melihat pemerintah,” paparnya.

Ia mengapresiasi tokoh muda yang saat ini berada di DPR, Stafsus, bahkan Menteri. Namun, bagi Ghoni, mereka berada di persimpangan jalan. Keberadaan mereka tidak mempengaruhi kebijakan secara signifikan.

“Jadi ada atau tidak perwakilan pemuda tidak akan mempengaruhi kebijakan yang ada. Pembuktian bahwa pemuda merupakaan hal yang strategis harus dibuktikan melalui kebijakan. Saya pikir itu harus dibuktikan,” harapnya.

beras