Jumat, 30, 07, 2021

Bupati Ipuk Kunjungi Pabrik Gula di Glenmore

-

Berita Baru Jatim, Banyuwangi – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melakukan kunjungan ke PT Industri Gula Glenmore (IGG) milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII.

Dalam kunjungannya, ia mengatakan kapasitas pabrik ini perlu ditingkatkan dalam memperkuat pasokan bahan baku tebu berbasis rakyat demi pemberdayaan petani.

“Pabrik Glenmore ini salah satu termodern di Indonesia dengan kapasistas 6ribu ton tebu perhari, kedepannya bisa naik 8ribu dengan penambahan pasokan tebu dari rakyat,” jelas Ipuk.

Tahun ini, PT IGG targetkan giling tebu sebanyak 715.000 ton dengan target 61000 ribu ton gola atau setara 2 persen kebutuhan gula di Indonesia.

Target itu naik 37 persen dibanding realisasi 2020. IGG sendiri memulai giling tebu tahun ini pada pekan lalu.Ipuk mengatakan musim giling bisa berjalan optimal dan menggerakkan ekonomi rakyat.

“Dari paparan PTPN, tahun ini giling direncanakan berlangsung 125 hari. Saya minta di optimalkan, benar-benar 125 hari, agar bisa membantu pemulihan ekonomi rakyat. Atur manajemen pasokan tebu dengan baik, karena biasanya giling terhenti lantaran pasokan tebunya berhenti,” jelas Ipuk dikutip dari laman Pemkab Banyuwangi.

Tak hanya itu, rendemen atau kadar gula, lanjut Ipuk, dalam tebu perlu ditingkatkan. Sehingga produksi gula Banyuwanti terus bertambah.

Berita Terkait :  Hentikan Kriminalisasi Warga Desa Pakel Banyuwangi

“Kalau budidaya dilakukan dengan baik, termasuk pendampingan ke petani, lalu pabriknya transparan dan modern, Insya Allah rendemen bisa naik. Semoga tahun ini (rendemen) bisa 8,5 persen, atau bahkan 9 persen, meski belum bisa seperti pabrik gula luar negeri yang di atas 10 persen,” imbuhnya.

Berita Terkait :  Rumah Bos Cafe di Gresik Disatroni Perampok Bersenjata, Uang Tunai Puluhan Juta dan Perhiasan Raib

Ipuk pun berharap PTPN terus berinovasi untuk memberi nilai tambah ekonomi dari pabrik gula yang ada. Ia melihat, tebu memiliki potensi produk turunan lainnya.

“Jangan terbuang percuma. Saya dengar IGG sudah bisa produksi listrik dari ampas tebu. Terus tingkatkan, bikin pabrik bioetanol juga yang terintegrasi ke depan,” harapnya.

Meski terus memacu pemulihan ekonomi, Ipuk mengingatkan untuk penerapan keselamatan kerja dan protokol kesehatan dengan standar ketat untuk meminimalisasi penyebaran Covid-19.

“Kita pulihkan ekonomi tapi tetap protokol kesehatan ketat. Gas dan rem seimbang. Manajemen IGG jangan hanya kontrol prokes di karyawannya, tapi juga terus ingatkan dan bantu stakeholder-nya untuk penerapan prokes, yaitu para petani, pemasok, pelaku transportasi pengiriman tebu, dan sebagainya,” pungkas Ipuk.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU