Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Gerbang Belakang UINSA Ditutup, Ekonomi Warga Terhenti

Gerbang Belakang UINSA Ditutup, Ekonomi Warga Terhenti



Berita Baru, Surabaya – Pria berkaos hitam dengan bertopi itu menjulurkan tangannya di antara lubang pagar besi. Ia membeli segelas es teh di pedagang kaki lima belakang kampus Universitas Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. 

Dua bulan sudah transaksi itu terbatas pagar. Kampus 2 UINSA Surabaya menutup gerbang belakang kampus. Penutupan pintu itu berdampak pada warga kampus dan sekitarnya. 

Sebelumnya, pintu belakang itu merupakan jalur alternatif yang memudahkan mahasiswa untuk ke kampus. Di sisi lain, warga sekitar kampus juga merasakan dampaknya. Penutupan gerbang belakang itu warga mengalami masalah ekonomi sebab omsetnya terjun bebas.

Gerbang Belakang UINSA Ditutup, Ekonomi Warga Terhenti

“Kita gak ada pemasukan selama 2 bulan mas, jadi kita lumayan susah untuk pendapatan dari hasil jualan,” demikian kata Dani warga yang berjualan, pada Rabu 14 Juli 2023 saat ditemui Beritabaru.co Jawa Timur.

Dia mengaku, setelah pintu ditutup oleh pihak Pusbisnis Kampus UINSA mereka harus berjualan di luar pagar. “Di depan pagar itu mas, susah juga kalau buat jualan,” sambungnya.

Dia juga bercerita, awalnya pintu tersebut dibuka untuk orang-orang proyek pembangunan kampus yang ingin ke warung. “Tapi lama kelamaan akhirnya mahasiswa yang sampai ngopi dan makan di sini,” serunya.

Gerbang Belakang UINSA Ditutup, Ekonomi Warga Terhenti

Sementara itu, Moh. Ishomuddin Ihsan, Mahasiswa Jurusan Ilmu Politik UINSA Surabaya mempertanyakan alasan kampus menutup akses pintu belakang tersebut.

Bagi Ishom kebijakan penutupan pintu belakang kampus kurang tepat, pasalnya pintu itu sebelumnya merupakan akses mahasiswa yang tidak punya kendaraan. 

“Mahasiswa yang tidak punya kendaraan, jika gerbang belakang ditutup maka mahasiswa harus terpaksa berputar ke gerbang depan yang jaraknya lumayan jauh,” ucapnya.

Jika terus ditutup gerbang belakang, kata Ishom maka akan banyak mahasiswa akan telat berangkat kuliah karena jadwal pagi kuliah jam 07.30 WIB. “Jadi mahasiswa itu harus berangkat jam 06.00 WIB kalau berjalan kaki,” ujarnya.

Lebih lanjut dia mengungkap bahwa di Kampus 1 UINSA pintu belakang kampus yang bernama gang dosen tidak ditutup. Menurutnya penututan gerbang belakang itu juga menutup akses ekonomi masyarakat sekitar kampus.

Pihak kampus, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan keterangan terkait penutupan gerbang belakang kampus 2 UINSA Surabaya yang berlokasi di Kelurahan Gunung Anyar, Surabaya. 

beras