Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Hiski Universitas Negeri Jakarta Adakan Seminar Nasional Soal Kajian Sastra Maritim

Hiski Universitas Negeri Jakarta Adakan Seminar Nasional Soal Kajian Sastra Maritim

Berita Baru, Jakarta – Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI) Universitas Negeri Jakarta gelar seminar nasional virtual via Zoom Meeting pada Senin, (9/8).

Mengangkat tema “Sastra Maritim dan Ritual Laut: Melayari Sastra, Menelisik Kekayaan Budaya”, seminar nasional virtual ini menghadirkan pembicara; Prof. Dr. Setya Yuwana Sudikan, M.A. (Universitas Negeri Surabaya); Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd. (Universitas Negeri Malang); Prof. Dr. Mohammad Harun, M.Pd. (Universitas Syiah Kuala); dan Prof. Dr. Novi Anoegrajekti M.Hum. (Universitas Negeri Jakarta).

Dalam laporannya, Ketua HISKI, Eva Leiliyanti, Ph.D. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan seminar kedua yang diikuti oleh peserta dari dalam dan luar negeri. Sementara itu, Dekan FBS, Dr. Liliana Muliastuti, M.Pd. memandang tema seminar ini sangat menarik dan penting dalam konteks Indonesia yang merupakan negara kepulauan.

Moderator, Erfi Firmansyah, M.A., Kaprodi Sastra Indonesia memberi pantikan bahwa maritim menjadi issu besar dan mendasar di negara kita, bangsa Nusantara atau bangsa Melayu besar. “Pembahasan Maritim tidak cukup hanya pada laut, namun juga sungai-sungai. Hal ini berdasarkan sejarah kerajaan-kerajaan terdahulu,” pantiknya.

Pemateri pertama, Setya Yuwana Sudikan, guru besar Universitas Negeri Surabaya mempresentasikan materinya yang berjudul, “Tuban dalam Perspektif Sastra Maritim”.

Menurut Setya, Tuban menjadi salah satu poros utama dalam pembicaraan Sastra Maritim. “Kenusantaraan tidak dapat dilepaskan dari Tuban. Sebab Tuban pernah menjadi pusat perdagangan Internasional di Nusantara,” tambahnya.

Sementara itu, Djoko Saryono menegaskan bahwa sastra maritim adalah salah satu kajian sastra, bukan teori sastra.

Djoko juga menawarkan konseptualisasi dalam kajian Sastra Maritim.”Konstruk kajian sastra maritim antara lain meliputi konsep, objek kedudukan, ruang lingkup, karakteristik, cara kerja, penerapan kajian sastra maritime, serta hubungan dan kontribusi dengan ilmu-ilmu lain,” jelasnya.

Pembicara ke tiga, Mohammad Harun, memaparkan materi terkait “Romantika Multikultural dalam Sastra Maritim Aceh”.

“Aceh adalah lumbung sastra,” Harun mengawali.

Harun mengambil contoh cerita dan hikayat Aceh sebagai bagian dari tradisi sastra Kemaritiman.

Sementara itu, pembicara terakhir, Novi Anoegrajekti, guru besar Universitas Negeri Jakarta memberikan presentasi terkait “Ritual Laut Muncar dalam Perspektif Ekowisata”.

Novi menceritakan perjalanan risetnya di Banyuwangi, sejak tahun 1999. “Banyuwangi adalah tanah subur, banyak sekali produk kebudayaan dan tradisi-tradisi yang masih autentik di Banyuwangi,” ungkapnya.

Novi juga menjelaskan bahwa ada beberapa strategi dalam pengembangan Ekowisata. “Mengutamakan pelestarian alam, diterima dan melibatkan masyarakat, kemanfaatan ekonomi, pelestarian sosial budaya, dan keberlangsungan ekologi,” tambahnya.

Selesai pemaparan materi dilanjutkan dengan dialog interaktif antara pembicara dengan peserta. Ada total kurang lebih 500 peserta via Zoom Meeting dan disiarkan langsung via akun YouTube.

Hiski Universitas Negeri Jakarta Adakan Seminar Nasional Soal Kajian Sastra Maritim

beras