Jumat, 30, 07, 2021

Lestarikan Sungai, Pemkab Banyuwangi Gelar Festival Susur Sungai

-

Berita Baru Jatim, Banyuwangi – Dalam rangka mengedukasi masyarakat tentang konservasi sungai, Pemerintah Banyuwangi kembali menggelar Festival Susur Sungai yang rutin tiap bulan.

Kegiatan ini digelar di Teluk Pangpang, Dusun Krajan, Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar, Rabu (16/06/2021). Festival ini digelar secara bergantian di sejumlah aliran sungai wilayah Banyuwangi.

Festival yang diikuti puluhan warga desa Wringinpitu ini menempuh jarak dua kilometer melewati hutan bakau dengan berperahu. Tujuannya festival ini salah satunya juga untuk menjaga ekosistem sungai.

Sembari menyusuri sungai, dilakukan penebaran ikan. Sebelumnya juga dilakukan bersih-bersih sungai dari sampah.

Guntur Priambodo Asisten Ekonomi dan Pembangunan memberi apresiasi untuk membangun kesadaran tinggi menjaga potensi yang dimilikinya agar tetap lestari.

“Saya bangga dengan upaya warga yang dengan guyub menjaga alamnya. Ini adalah aset yang harus bisa dinikmati anak cucu kita nanti,” jelas Guntur.

Diketahui, tahun 2020, Teluk Pangpang ditetapkan sebagai kawasan ekosistem esensial oleh Gubernur Jawa Timur. Kawasan Ekosistem Esensial adalah kawasan konservasi di luar kawasan hutan yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Kehutanan, yakni taman nasional, cagar alam, suaka margasatwa, yang pengelolaannya melibatkan banyak pihak.

Guntur mengatakan ekosistem sungai sangat perlu sebagai menjaga kualitas air bumi. Aktivitas manusia yang berada di sekitar aliran sungai, menurutnya, bila tidak diimbangi dengan kesadaran melestarikan sungai, maka kualitas air akan buruk.

Berita Terkait :  Perkuat Ukhuwah, PAC GP Ansor Randuagung Bagi-bagi Daging Qurban

“Untuk itulah Pemkab Banyuwangi terus berupaya menjaga kualitas sungai dengan berbagai macam cara, salah satunya lewat Festival Susur Sungai. Masyarakat diajak untuk memperhatikan kawasan dan sepanjang alirannya,” kata Guntur.

Guntur melihat desa Wringinputih memiliki potensi dalam sektor pariwisata. “Saya berharap, aliran air disini tetap terjaga. Sebab daerah ini potensial sebagai objek wisata dan di samping potensi lainnya seperti wisata mangrove dan memancing,” harap Guntur.

Berita Terkait :  Pascagempa, Gubernur Khofifah Gelar Trauma Healing Bagi Anak-anak dan Lansia

Tak hanya itu, Arief Setiawan Plt Kepala Dinas Perikanan mengatakan susur sungai ini juga kegiatan konservasi sungai.

“Konservasi tidak hanya menanam tanaman, tapi juga berurusan dengan aliran sungai dan pantai. Kita memberikan edukasi sungai memiliki potensi, ekosistem, ada biota di dalamnya yang harus kita lindungi,” ujar Arief.

Arief menceritakan Sungai Setail ini didapati lele yang bersengat dan sekarang sudah mulai punah dan jenis ikan lainnya hampir punah.

“Kita ajak kembali masyarakat khususnya anak-anak muda supaya terus peduli lingkungan. Kali ini kita kenalkan alat tangkap yang ramah digunakan seperti bubu, pancing dan jala. Jangan gunakan lagi alat tangkap seperti strum dan potas,” pungkas Arief.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU