Mahfud MD Hargai Keterbukaan Pimpinan PBNU dan PP Muhammadiyah Agar Tetap Menjaga dari Bahayanya Covid-19

Menko Polhukam sangat menghargai keterbukaan Pimpinan pucuk kedua Ormas Islam PBNU dan Muhammadiyah untuk tetap menjaga dari bahayanya Covid-19. Senin (30/11)

Berita Baru, Jakarta – Mahfud MD Menko Polhulkam menghargai keterbukaan kedua Pimpinan Ormas Islam di negeri ini atas mengumumkan dirinya terpapar Covid-19.

Mahfud MD ingin bersilaturahim dengan Ketua PP Muhammadiyah Haidar Nashir namun beliau minta tidak ditemui karena sudah kontak langsung dengan orang di nyatakan positif Covid-19 dan akhirnya bicara melalui telpon.

“Pada Kamis (26/11), saya kontak Ketua PP Muhammadiyah Pak Haidar Nashir untuk melakukan silaturahim dan beliau meminta tidak di temui karena beliau baru kontak dengan orang yang kemudian di nyatakan positif dan ia khawatir terjadi penularan. Kami-pun sepakat untuk berbicara via telpon cukup lama pada malam harinya,” tulisnya

Dalam cuitan di twitternya, Mahfud MD menuliskan Ketua PBNU Kyai Said Aqil Siraj di nyatakan positif Covid-19, Sabtu (28/11) dan menyatakannya untuk melakukan segera tes Swab.

“Minggu pagi (29/11) beliau mengabarlan dirinya terinfeksi Covid-19 dan beliau menyarankan kepada saya untuk melakukan swab karena 3 hari sebelumnya kami mengobrol dan saya pun segera melakukan Swab,” tulisnya.

Berita Terkait :  Walikota Kediri Ajak Donor Plasma Bagi Penyintas Covid-19

Dalam cuitan terakhirnya, Mahfud MD sangat menghargai keterbukaan kedua Pimpinan Ormas Islam terbesar di bangsa ini untuk menjaga tidak menyebarnya bahaya Covid-19.

“Keduanya terbuka memberitahu tentang serangan atau ancaman Covid pada dirinya dan meminta orang lain yang berinteraksi untuk memeriksan dirinya atau tidak menemuinya dulu,” tutupnya.

Facebook Comments Box
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini