Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Megawati yang Lengserkan Gus Dur
Wakil Presiden Indonesia Megawati Soekarnoputri (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Indonesia Abdurrahman Wahid sebelum rapat kabinet yang tidak biasa di Jakarta, (3/2/2001). Foto: Agus Lolong/AFP

Megawati yang Lengserkan Gus Dur



Berita Baru, Jakarta – Lengsernya kekuasaan KH Abdurrahman Wahid atau yang terkenal dengan nama Gus Dur dari masa pemerintahan presiden keempat RI masih basah di ingatan warga Indonesia. Banyak pihak yang merasa penasaran dengan penyebabnya. Lantas, siapa aktor kunci di balik lengsernya Gus Dur?

Gus Dur menjabat sebagai presiden RI selama 2 tahun pada 1999-2001. Semestinya ia masih menduduki jabatan tersebut apabila tak ada sidang istimewa pada 23 Juli 2001.

Sidang tersebut bertujuan untuk melengserkan Gus Dur dari istana kepresidenan. Lantas mengangkat Megawati sebagai presiden untuk menggantikannya. Padahal kala itu Megawati jadi wakil presiden Gus Dur.

Dalam sidang yang Megawati prakarsai ini, fraksi PDKB dan PKB tak tampak menghadirinya. Meski begitu, sidang tetap berlangsung dan memutuskan Hamzah Haz sebagai wakil Megawati dalam melaju jadi presiden RI Kelima. Hamzah Haz awalnya menjabat sebagai Ketum PPP.

Dengan peristiwa tersebut, Adhie Massardi selaku Eks Juru Bicara Presiden Gus Dur membantah pernyataan Pramono Anung yang mengatakan bahwa lengsernya karena kunjungan ke Kediri. Diakui memang ada beberapa daerah di Indonesia yang dianggap tabu untuk dikunjungi penguasa, salah satunya Kediri.

Adhie Massardi lantas menegaskan bahwa turunnya Gus Dur dari kursi presiden itu karena persoalan politik. Penyebabnya tak lain karena permasalahan dengan kalangan elit. Khususnya dengan wakilnya sendiri, Megawati.

Perseteruan Gus Dur dan Megawati

Hubungan Gus Dur dan Megawati sebagai presiden sekaligus wakil presiden seringkali cekcok. Bahkan perseteruan keduanya sudah terlihat sebelum berdampingan dalam memimpin Indonesia.

Hubungan keduanya sempat memanas jelang Pemilu 1997. Hal ini lantaran Gus Dur sering menggandeng Mbak Tutut atau Siti Hardijanti Rukmana yang tak lain adalah putri sulung Presiden Soeharto ke berbagai daerah.

Langkah tersebut Gus Dur ambil untuk bisa menarik perhatian massa Nahdlatul Ulama dan Nahdliyin agar memilih Golkar. Di sisi lain, Megawati justru menyuarakan untuk golput.

Kondisinya semakin menegangkan karena keduanya saling mengecam satu sama lain. Bahkan nama Gus Dur tak lagi ada di jajaran tokoh prodemokrasi. Gus Dur juga membiarkan Megawati untuk berjuang sendirian dalam Pemilu.

Seiring berjalannya waktu, perseteruan keduanya kembali memudar. Bahkan keduanya juga terlihat harmonis jelang era Reformasi.

Gus Dur juga mempersilakan massa NU untuk memilih PDI Perjuangan yang Megawati pimpin. Keduanya juga kompak untuk mendukung jadi calon presiden keempat.

Kendati demikian, penyebab terakhir yang memicu Gus Dur lengser dari jabatan presiden ialah pergantian Kapolri. Hal ini sesuai dengan penjelasan anak Gus Dur yang bernama Yenny Wahid.

Ia menegaskan bahwa Gus Dur menghendaki Kapolri diduduki oleh Chaeruddin Ismail. Akan tetapi, Megawati lebih memilih Surojo Bimantoro.

Yenny Wahid juga menegaskan bahwa Gus Dur lengser karena memang kudeta dari parlemen. Memimpin pada perjuangan dengan suara mayoritas di Pemilu 1999 kala itu membuat Megawati berambisi untuk jadi presiden.

Akan tetapi, hal tersebut hanyalah keinginan semata karena pemilihan presiden menerapkan mekanisme mandatori MPR. Berbeda dengan pemilihan presiden saat ini yang keputusannya ada di tangan rakyat.

Gus Dur di Acara Kick Andy

Pada 15 November 2007 silam, acara Kick Andy berhasil mengejutkan banyak pihak karena mengundang Gus Dur. Di acara tersebut, Gus Dur secara gamblang mengungkap tokoh yang bertanggung jawab dalam pencopotan jabatannya sebagai presiden RI keempat.

Gus Dur menyebut ada dua nama tokoh yang melengserkannya dari kursi presiden. Andy Noya yang merupakan pembawa acara menanyakan tokoh yang bertanggung jawab atas pencopotan tersebut kepada Gus Dur.

Tidak ragu-ragu, Gus Dur menjawabnya dengan menyebut nama Megawati dan Amien Rais. Mendengar jawaban tersebut, Andy lantas mempertanyakan apa alasannya.

Alih-alih menjawabnya secara jelas, justru Gus Dur meminta Andy untuk menanyakan secara langsung kepada kedua tokoh tersebut karena pastinya lebih akurat. Hal inilah yang membuat publik semakin penasaran dengan peristiwa pencopotan Gus Dur dari tahta kepresidenan.

Isu soal Megawati yang lengserkan Gus Dur kembali jadi perbincangan hangat jelang Pemilu 2024. Harapannya, pemilihan presiden mendatang bisa berlangsung lancar, adil, dan tidak ada kecurangan. Dengan demikian, hasilnya bisa diterima oleh semua pihak.

beras