Berita

 Network

 Partner

Nafas Baru Penggerak PMII Lumajang
Ketua Terpilih PC PMII Lumajang, Ahmad Taufiq Hidayatullah. (Dok. Foto: Istimewa)

Nafas Baru Penggerak PMII Lumajang

Berita Baru Jatim, Lumajang – Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lumajang baru saja mengakhiri Konferensi Cabang (Konfercab) ke XX yang bertempat di Balai Desa Sumber Anyar, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang, Senin (22/11/2021). Konferensi tersebut menetapkan Ahmad Taufiq Hidayatullah sebagai nahkoda PC PMII Lumajang Periode 2021-2022.

Taufiq tidak berangkat dari ruang kosong. Cita-cita PMII Lumajang ke depan tertuang dalam visi-misinya. Berangkat dengan visi PMII Lumajang sebagai Konsolidator Intelektual dan Advokasi. Kader terbaik PMII Komisariat KH Affan Malik (STAIBU) ini menyusun beberapa instrumen serta langkah yang akan dilakukan satu tahun ke depan.

Ikhtiar Taufiq dalam membentuk kader Ulul Albab akan dijalankan berdasarkan road map kaderisasi yang adaptif dan memastikan lingkungan akademis yang sehat. “Citra diri kader Ulul Albab ialah kader yang selalu haus akan ilmu pengetahuan, kreatif melakukan pengembangan (inovasi) dan senantiasa bertazkiyatun nafs,” kata Taufiq.

Di samping itu, Taufiq bertekad memperkuat konsolidasi kelembagaan dengan stakeholder taktis khususnya di bidang kepemudaan. Oleh sebab itu Taufiq juga akan mengoptimalkan sumber daya kader yang berorientasi karya.

Berita Terkait :  BPK Tetapkan 4 Calon Ketua PC PMII Jember

Taufiq optimis bahwa implementasi asas Trikon (Kontinu, Konvergen dan Konsentris) sebagai satu ikhtiar penting dalam mendesain pola kaderisasi di Lumajang. Hal itu nantinya mampu menjadi jangkar dari setiap proses pemberdayaan dan instrumen tercapainya visi organisasi secara ijmal.

Taufiq masih percaya bahwa, keberpihakan kepada kaum mustadafin dan murka kepada kaum mustakbirin adalah prinsip PMII. Ia mengutip pernyataan Gusdur “Jika kamu mau melakukan perubahan jangan tunduk pada kenyataan selagi kamu berada di jalan yang benar maka lanjutkan.”

Ia melihat kebijakan itu ada dua, yakni looking down dan looking up. “Sifat kebijakan itu regulatif atau kebijakan itu langsung terdampak pada masyarakat, Jika kebijakan itu melalui regulasi bisa kita gagalkan jika tidak berpihak kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, kebijakan looking down seperti perampasan ruang hidup, isu sosial dan isu lingkungan itu meski disikapi secara serius. Taufiq berencana akan membuka Lapor PMII, selain posko pengaduan.