Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Ramadhan Sudah Dekat, Berikut Niat Mengganti Puasa Ramadhan

Ramadhan Sudah Dekat, Berikut Niat Mengganti Puasa Ramadhan



Berita Baru, Surabaya – Seperti halnya pelaksanaan puasa lainnya, puasa qadha atau puasa ganti Ramadhan diawali dengan membaca niat. Berikut adalah bacaan niat mengganti puasa Ramadhan yang bisa dijadikan panduan.

Saat bulan Ramadhan semakin mendekat, penting bagi kita untuk melunasi hutang puasa yang belum diganti. Jika belum melakukannya, segera tuntaskan sebelum datang Ramadhan berikutnya.

Setiap kewajiban mengganti puasa Ramadhan sebelumnya harus dipenuhi. Dalam ajaran Islam, peraturan ini bersifat wajib dan harus dilaksanakan sesuai dengan jumlah hari puasa yang ditinggalkan.

Begini Niat Mengganti Puasa Ramadhan

Umat Islam telah memasuki bulan Rajab 1445 H sejak tanggal 13 Januari 2024. Hal ini menandakan bahwa kita semakin mendekati bulan Ramadhan. Sudahkah Anda melunasi hutang puasa dari tahun sebelumnya? Jika belum, ayo kita simak bacaan niat untuk mengganti puasa Ramadhan berikut ini.

Mengganti atau qadha puasa bulan Ramadhan berarti menggantikan puasa Ramadhan, tetapi tidak bisa dilaksanakan karena berbagai alasan. Seperti sakit, haid, atau sedang dalam perjalanan jauh.

Yuk, kita telaah informasi lebih detail di bawah ini agar Anda memiliki panduan yang jelas dalam melaksanakan penggantian puasa Ramadhan tahun sebelumnya.

Bacaan Niat Mengganti Puasa Ramadhan

Berikut adalah bacaan niat untuk mengganti puasa Ramadhan, disertai dengan teks latin dan terjemahannya.

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’I fardhi syahri Ramadhāna lillahi ta’ala.

Arti: “Aku niat berpuasa esok hari sebagai pengganti kewajiban puasa Ramadhan, karena Allah SWT.”

Ketentuan Pembayaran Utang Puasa Ramadhan

Pertama-tama, penting untuk diketahui bahwa puasa qadha harus dilaksanakan untuk sejumlah hari puasa yang ditinggalkan selama bulan Ramadhan.

Ketentuan niat mengganti puasa Ramadhan dapat dijelaskan dalam firman Allah dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 184, yang artinya:

(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Jika ada di antara kamu yang sakit atau sedang dalam perjalanan (dan ia berbuka), kewajiban baginya adalah berpuasa sejumlah hari yang ia tinggalkan pada hari-hari lain. Dan bagi mereka yang mampu, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan orang miskin. Barangsiapa yang dengan sukarela melakukan kebajikan, itu lebih baik baginya. Dan berpuasa adalah lebih baik untukmu, apabila kamu mengetahui.

Prosedur Penggantian Puasa Ramadhan

Setelah mengetahui niat mengganti puasa Ramadhan, berikutnya adalah beberapa prosedur melakukannya.

Mengacu pada informasi yang terdapat dalam buku “Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari dari Kandungan hingga Kematian” karya Dr. Muh. Hambali, M.Ag, berikut adalah langkah-langkah lengkap untuk melakukan penggantian puasa Ramadhan.

  1. Menyatakan niat qadha puasa.
  2. Mempercepat pelaksanaan qadha. Penggantian puasa dapat dilakukan setelah bulan Ramadhan hingga akhir bulan Sya’ban.
  3. Diperbolehkan melakukan penggantian puasa secara berurutan atau terpisah.
  4. Bagi mereka yang tidak mengganti puasanya hingga memasuki bulan Ramadhan tahun berikutnya, padahal mampu dan memiliki kesempatan, akan berdosa.
  5. Jika seseorang tidak mampu sama sekali untuk mengganti puasa, maka tidak dianggap berdosa. Disarankan untuk melakukan penggantian puasa pada hari-hari yang lain.
  6. Apabila seseorang meninggal dunia tanpa sempat mengganti puasanya, namun sebenarnya mampu melakukannya, maka ahli warisnya diwajibkan membayar tunggakan puasa tersebut.

4 Kategori Individu yang Diperbolehkan Tidak Berpuasa Ramadhan

Berikut adalah empat kelompok orang yang diizinkan meninggalkan puasa:

Orang yang Sedang Sakit

Orang yang sedang sakit diizinkan untuk tidak berpuasa, terutama jika menjalani puasa dapat memperburuk kondisinya. Meskipun tidak menjalankan puasa, individu tersebut tetap diwajibkan membayar kewajiban puasa tersebut.

Orang yang Sedang dalam Perjalanan Jauh

Ketika seseorang sedang melakukan perjalanan jauh selama bulan puasa, dia diperbolehkan untuk tidak berpuasa jika kondisinya sulit atau menyulitkan. Meski demikian, individu tersebut tetap memiliki kewajiban untuk mengganti puasanya di masa mendatang.

Lanjut Usia

Individu yang sudah lanjut usia dan tidak mampu menjalankan puasa diberikan kelonggaran untuk tidak berpuasa. Sebagai pengganti, mereka diwajibkan membayar fidyah, yaitu memberi makan kepada fakir miskin setiap kali mereka tidak berpuasa. Satu fidyah memiliki ukuran setengah sha’, termasuk kurma, gandum, atau beras, yang setara dengan 1,5 kilogram beras.

Wanita Hamil dan Menyusui

Jika seorang ibu sedang hamil atau menyusui dan tidak mampu menjalankan puasa, Allah memberikan kelonggaran untuk tidak berpuasa dan menggantinya nanti. Wanita yang sedang haid atau nifas dilarang untuk berpuasa selama periode haid dan nifas, namun, tetap diwajibkan untuk mengganti puasanya di waktu yang akan datang.

Bacaan niat mengganti puasa Ramadhan tersebut diatas adalah sebuah anjuran yang wajib dilakukan sebagai umat Muslim. Perhatikan juga ketentuan serta prosedurnya, ya!

beras