
Stasiun Balapan: Sebuah Pertemuan
STASIUN BALAPAN: SEBUAH PERTEMUAN
oleh: Isbedy Stiawan ZS
Temui aku di stasiun balapan,
sebelum pukul delapan, ucapmu
Aku cemas. Aku ingin sampai
sebelum waktu kau minta
Sebuah pertemuan, yang kelak
akan menyusun kisah-kisah
lain. Tentang aku dan kau
ihwal kerinduan
untuk sebuah kenangan
Di stasiun balapan, sebuah pertemuan
sebelum berangkat malam
lampu halaman dan bayangmu
diam. sebelum masuk peron
Aku melambai. apakah ini
akhir dari percakapan
sebelum kau hilang di kota
yang ramai? atau aku mati
oleh rindu di sini? solo yang
juga riuh?
Tapi nikmati dulu lagu Didi,
betapa pilu dirajam rindu
Dibawanya kelak rindu dan
kenangan ini bersama langkahnya
yang kian tak kita lihat
Di sini, di stasiun balapan
aku ingin ulang
menulis kenangan
2020
SECANGKIR KOPI
Secangkir kopi dari kebun tamong
kita seruput. jadi ingatan
saat kau kunjungi tanah
kami: sang bumi ruwa jurai
Biji-bji kopi kau bawa pulang
di sakumu, kota kami gemerlap
dalam irama campur sari
Didi, sudahkah kau seruput
kopi hitam yang disaji di meja
malam itu, sebelum sahur?
Itulah kopi terakhir di gelas
yang disaji untukmu. malam sekali
2020

Isbedy Stiawan ZS, lahir di Tanjungkarang, Lampung, 5 Juni 1958.
Lebih dari 30 buku puisi dan cerpen diterbitkan oleh penerbit besar dan indie. Pada 2020 terbit buku puisi “Kini Aku Sudah Jadi Batu!”, “Belok Kiri Jalan Terus ke Kota Tua” (Siger Publisher) dan buku cerpen “Aku Betina Kau Perempuan” (basabasi, Yogyakarta).
Karya-karya sastranya juga dipublikasikan di media Jakarta dan daerah, di antaranya Kompas, Koran Tempo, Jawa Pos , Suara Merdeka, dan lain-lain.Kini pengampu di Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS.

Salam santun, puisi maestro Lampung yang saya rindukan..