Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Jurnal Arif Kembali Gelar Workshop Bahas Publikasi Menembus Jurnal Terindeks Scopus

Jurnal Arif Kembali Gelar Workshop Bahas Publikasi Menembus Jurnal Terindeks Scopus



Berita Baru, Jakarta — Jurnal Arif FBS Universitas Negeri Jakarta bekerja sama dengan HISKI UNJ kembali selenggarakan pertemuan diskusi tim 8 dengan tajuk Workshop ke-11 “Publikasi Menembus Jurnal Terindeks Scopus” putaran satu pada hari Sabtu, (10/09/2022) via Zoom Meeting.

Workshop tersebut sebagai rangkaian kegiatan yang diadakan Jurnal Arif dengan tema yang sama. Workshop diselenggarakan setiap dua minggu.

Dalam pengantarnya, Prof. Dr. Novi Anoegrajekti, M.Hum., sebagai koordinator, mengatakan bahwa sebelumnya telah menghadirkan tiga narasumber untuk memberikan penguatan secara konseptual dan teknis publikasi di jurnal internasional terindeks Scopus.

“Melalui ketiga narasumber dan paparan para kolega peserta workshop ini, kita tentu semakin akrab dengan publikasi internasional dan menjadikannya sebagai mitra akademik kita bersama dan masing-masing. Tahapan submit sampai publish merupakan proses yang bersifat dialogis untuk menghasilkan publikasi internasional,” jelas Novi.

Presentasi Tim 8 menghadirkan 5 pembicara dari tiga pulau, yaitu Yogyakarta (Dr. Tirto Suwondo, M.Hum. dan Dr. Sudibyo, M.Hum.), Jakarta (Dr. Mu’jizah, M.Hum.), Bali (Dr. Ni Wayan Sumitri, M.Hum.), dan Semarang (Dr. M. Abdullah, M.A.), sedangkan pembawa acara Dr. Ari Ambarwati, M.Pd. dan moderator Sudartomo Macaryus, M.Hum.

Tema yang disajikan Mu’jizah berjudul, “Tradisi Pengobatan Penyakit Organ Reproduksi Perempuan dalam Manuskrip di Kepulauan Riau” sedangkan Wayan Sumitri berjudul “Bahasa dan Kesejahteraan Psikologis: Wawasan dari Teks Kuno Bali Usada Buduh”.

Isi kedua sumber data menampakkan adanya kedaulatan atas kesehatan masyarakat lokal Riau dan Bali yang berpotensi dikembangkan dan disosialisasikan kepada masyarakat Indonesia pada khususnya dan masyarakat dunia pada umumnya.

Khusus kesehatan reproduksi dan kesehatan jiwa, hingga saat ini merupakan permasalahan universal umat manusia di seluruh dunia.

“Tradisi obat berbasis herbal ini sedang dikembangkan di negara-negara lain, seperti Singapura, Malaysia, Australia, Cina, Jepang, India, dan Afrika. Obat tradisional ini oleh dunia dianggap menjadi pelengkap obat dan sebagai obat alternatif untuk perempuan sehat,” jelas Mu’jizah.

Dalam paparannya, Sumitri menyatakan bahwa pengobatan yang telah dipraktikan oleh masyarakat ini bermanfaat karena memanfaatkan bahan-bahan lokal yang murah, seperti tumbuh-tumbuhan dan materi yang berasal dari alam.

“Manuskrip lontar Usada Buduh memuat sistem pengetahuan pengobatan tardisional khusus bagi penderita gangguan jiwa. Pengobatan tradisional dilakukan dengan memperhatikan tanda-tanda yang ditunjukkkan oleh penderita gangguan jiwa menggunakan ekspresi verbal dan nonverbal,” jelas Sumitri.

Paparan yang disampaikan Sudibyo berjudul “Memori dan Trauma tentang Nyai dalam Karya Sastra Poskolonial Indonesia”. Dikatakannya bahwa perempuan nyai diposisikan pada status terendah, yaitu dari yang tertinggi laki-laki Eropa, perempuan Eropa, laki-laki pribumi, dan perempuan pribumi.

“Tingkatan perempuan pada posisi terendah tersebut menyebabkan mereka mengalami penindasan ganda, seperti yang terungkap dalam sastra para penulis poskolonial,” ungkap Sudibyo.

Tirto Suwondo dari BRIN meneliti peribahasa pada masyarakat Nusantara bertema kepemimpinan. Peribahasa dengan karakteristik dan isi yang beragam sebagian merepresentasikan kondisi ideal seorang pemimpin.

“Penelitian ini terinspirasi oleh buku karya Imam Budi Santoso yang menghimpun peribahasa pada bahasa-bahasa daerah di Nusantara,” ujar Tirto.

Selesai paparan yang disampaikan para presenter, acara dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Beberapa masukan untuk para presenter memberi wawasan baru untuk pengembangan dan penyempurnaan artikel.

Para presenter pada umumnya menguasai data yang beragam. Kekayaan data tersebut berpotensi sebagai basis pengembangan teori baru yang layak ditawarkan untuk membedah karya sastra lokal Nusantara.

Di ruang zoom hadir Prof Dr. Anwar Efendi, M.Si. dari Universitas Negeri Yogyakarta yang kemudian didaulat oleh Prof. Dr. Novi Anoegrajekti, M.Hum. untuk merespons secara secara umum progres workshop yang telah berlangsung.

“Gerakan ini bagus untuk meningkatkan publikasi di jurnal internasional. Untuk keperluan tersebut, mulai judul perlu dirumuskan secara menarik dan substantif.” Ditambahkan oleh Efendi, “Hal-hal yang masih bersifat lokal perlu dikembangkan dengan menggunakan terminologi universal. Sedangkan yang mengangkat fenomena lokal ditempatkan dalam perspektif internasional untuk meningkatkan harapan dan kemungkinan publikasi pada jurnal internasional.

Hingga akhir acara, 50 partisipan tetap masih terus setia berada di ruang Zoom untuk mengikuti paparan dan diskusi yang inspiratif.

Jurnal Arif Kembali Gelar Workshop Bahas Publikasi Menembus Jurnal Terindeks Scopus

beras